Berita Terkini :

.

.

BPK-RI

BPKP

INSPEKTORAT PROVINSI

RENCANA UMUM PENGADAAN

LPSE KOTA PAREPARE

Sidak hari Pertama, Walikota Parepare Ancam Sanksi Tegas Pegawai Mangkir

Parepare_Walikota Parepare DR.HM Taufan Pawe saat melakukan inspeksi dadakan (Sidak) di Rumah Sakit Andi Makkasau dan gabungan beberapa dinas mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada pegawai yang tidak masuk pada hari pertama. Senin (03/07)
Sidak yang dilakukan Taufan Pawe yang dilakukan di Rumah Sakit Andi Makkasau dan Gabungan Dinas menemukan beberapa pegawai yang tidak hadir dan memerintahkan langsung kepada Kepala Inspektorat untuk memberikan sanksi tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.
“pegawai yang tidak masuk pada hari ini catat dan beriksan sanksi tegas,” Tegas Taufan di depan Aparatur Sipil Negara lingkup Rumah Sakit.
Tak hanya itu, Taufan juga memeriksa daftar hadir pegawai dan langsung mengabsensi pegawai satu per satu untuk melihat orangnya secara langsung.
Setelah itu, Taufan juga memeriksa beberapa bagian dan memeriksa pegawai-pegawai yang bertugas dalam pelayanan kesehatan di Rumah sakit.
Saat memimpin apel pagi sebelum melakukan sidak Taufan menegaskan kepada seluruh kepala OPD untuk melakukan evaluasi di hari pertama kerja terkait kedisiplinan pegawai di ruang lingkupnya masing-mamsing  dan memerintahkan untuk memberikan sanksi tegas.
“Saya minta untuk menyiapkan data yang kongkrit terkait pegawai  yang indisipliner dan diberikan kepada saya dan inspektorat untuk dievaluasi dan diberikan sanksi,” Tegas Taufan.
Taufan juga mengharapkan kepada seluruh ASN untuk memberikan dukungannya untuk berkomitmen dan memperlihatkan kedisiplinannya dalam bekerja untuk hasil yang lebih maksimal.
Terkait hal itu, Kepala Inspektorat Kota Parepare Husni Syam segera melakukan evaluasi melalui daftar hadir apel pagi dan hasil sidak yang dilakukan.
Husni Syam menjelaskan, dari hasil evaluasi yang dilakukan terkait indisipliner yang dilakukan ASN di hari pertama kerja akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
“dari hasil evaluasi, kita akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan PP no.53 tahun 2010 tentang kedisiplinan pegawai,” Jelas Husni Syam setelah mengikuti apel pagi.

Hari Pertama Kerja, Walikota Parepare dan Jajarannya Gelar Halal bi Halal

Parepare_ Setelah menikmati cuti bersama hari raya idul fitri selama sepekan, aparatur sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Parepare kembali melakukan aktifitas perkantoran.
Hari pertama lingkup pemerintah Kota Parepare dimulai dengan menggelar apel bersama di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Kota Parepare dan dirangkaikan dengan Halal bi Halal seluruh ASN kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama Walikota Parepare DR. HM Taufan Pawe SH,MH. Senin (03/07)
Seluruh ASN setelah mengikuti Apel pagi mengantri untuk bersalam-salaman kepada Walikota Parepare bersama seluruh OPD.
Taufan Pawe saat memimpin Apel Pagi bersama mengajak kepada seluruh aparatur sipil Negara untuk kembali memulai aktifitas perkantoran dan menggunakan waktu yang ada untuk bekerja dan berinovasi dengan maksimal.
Taufan juga mengajak untuk senantiasa menyatukan tekad dan mengabdikan diri membangun Kota Parepare.
“Bulan Syawal awal kita kembali menjalankan tugas dan aktifitas kita dan saya mengajak untuk senantiasa menyatukan tekad mengabdikan diri membangun Kota yang kita cintai ini,” Jelas Taufan.
Taufan mengaharapkan pada bulan syawal ini untuk dijadikan momen untuk kembali bekerja dan kembali meraih prestasi yang membanggakan.
Taufan juga mengharapakan kepada pejabat eselon sampai tingkat yang paling rendah untuk bekerja bersama secara totalitas.

Inspektorat Sulsel Rampungkan Formasi Pejabat Fungsional

INSPEKTORATSULSEL.ID – Dalam rangka dinamisasi dan akselerasi gerak organisasi dalam menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan, Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan segera merampungkan formasi pejabat fungsional.
“Di Inspektorat sekarang ini ada tiga jabatan fungsional, Auditor, P2UPD, dan Auditor Kepegawaian. Kami melakukan penyesuaian jumlah kebutuhan pesonil berdasarkan beban kerja yang ada.” Jelas Sekretaris Inspektorat, Dr. syafruddin Kita, S.T., M.Si., M.Si.
Hal tersebut diungkap Syafruddin sesaat setelah memimpin rapat bersama Sub Bagian Administrasi dan Umum, Senin (03/04/2017) sore. Rapat juga meminta masukan dari beberapa Pejabat Fungsional Auditor, P2UPD, dan Auditor Kepegawaian.
Menurut Syafruddin, “Jumlah auditor kami usulkan penambahan dari 45 menjadi 50 orang, P2UPD kami tambah dari 35 menjadi 40 orang. Untuk Auditor Kepegawaian, jumlahnya tak berubah, tetap 9 orang.”
Usulan penambahan jumlah personil pejabat fungsional ini akan segera diajukan ke Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemprov. Sulsel, serta ke Kementerian Dalam Negeri untuk jabatan fungsional P2UPD.

Hati-hati, Diduga Uang Palsu Banyak Beredar

Warga kembali diminta berhati-hati saat melakukan transaksi jual beli. Pasalnya diduga sudah banyak uang palsu beredar di beberapa Kabupaten/kota, termasuk Sidrap. Hal itu terungkap setelah salah seorang inisial AW (41) di amankan di pos penjagaan arus mudik Jalan Bau Massepe, Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare, Kamis 29 Juni, sekira pukul 18.30 wita. Sopir box barang campuran tersebut dicurigai sebagai peredar uang palsu. Pasalnya, sekitar pukul 12.00 wita pelaku mampir di penjual jagung di daerah mangkoso Barru dari arah Pangkep, kemudian istrahat dan belanja rokok dan jagung rebus. Setelah pelaku berangkat dari Barru menuju Parepare dibuntuti oleh penjual jagung karena curiga uang yang dipake belanja adalah uang palsu. Setelah sampai di pos pengamanan di Sumpang Minangae, pelaku di cegat oleh penjual jagung dan di laporkan bahwa uang yang dipake belanja adalah uang palsu. Sekitar pukul 18.00 Wita, pelaku AW di serahkan ke piket Polsek Bacukiki, Aiptu Sumardi untuk diamankan dan diambil keterangannya. Dihadapan polisi, pelaku mengaku, bahwa uang tersebut diperoleh dari salah seorang rekan bisnisnya yang ada Sidrap berinisial (UI). Ia memperoleh uang palsu dari rekannya tersebut sebanyak Rp10 juta. Adapun sisa uang tersebut yang belum terpake sekitar Rp500 ribu. Rencana pelaku akan menuju Sidrap untuk menagi sisa uang yang dipinjam oleh rekannya tersebut.

Taufan Serahkan Zakat Penghasilan ke Baznas

Parepare walikota Parepare DR. HM Taufan Pawe menyerahkan zakat penghasilan secara langsung kepada badan amil zakat Kota Parepare di Rumah Jabatan Walikota Parepare. Rabu, (21/06)

Walikota Parepare yang menyerahkan secara langsung kepada ketua Baznas Drs. H. Moh. Djunaid sebesar 25 juta rupiah dari zakat penghasilan yang diperoleh Walikota.

Djunaid memberikan apresiasi kepada Walikota Parepare telah memberikan teladan bagi seluruh masyarakat terlebih kepada seluruh aparaturnya untuk membayar zakat penghasilan.

Walikota Parepare setelah menyerahkan zakat penghasilannya menjelaskan Parepare memiliki Potensi zakat profesi yang sangat besar jikalau itu dimaksimalkan dan dikelola dengan baik.

“Potensi zakat profesi di Kota Parepare sangat besar kalau itu dimaksimalkan dan dikelola dengan baik,” Ungkap Taufan.

Ditambahkan, penerimaan zakat penghasilan di Kota Parepare jika dimaksimalkan bisa mencapai 400juta dalam satu tahun dan dapat dijadikan sumber dana baru untuk mengentaskan kemiskinan.

“Potensi zakat profesi di parepare kalau mau doptimalkan dan dikelola itu dapat dijadikan sumber dana untuk mengentaskan kemiskinan, saya sudah hitung aparatur sipil Negara yang punya kesadaran untuk dipotong zakat profesinya bisa mencapai 400 juta,” Tambah Taufan.

Taufan juga dalam memaksimalkan hasil zakat, duduk bersama Badan Amil Zakat Nasional Kota Parepare untuk mencari metode yang tepat dalam upaya melibatkan seluruh perangkat daerah dalam membayar zakat pendapatan.

Pada tahun 2017 ini, Baznas Kota Parepare berhasil mengumpulkan dana zakat sebesar 5 miliar lebih.
Acara yang juga dihadiri oleh kepala Kantor Departemen Agama dan Kepala Bank BPD Kota Parepare ini, juga dirangkaikan penyerahan zakat kepada 540 orang penerima zakat yang terdiri dari Bantuan Konsumtif Fakir Miskin untuk 22 kelurahan, bantuan muallaf miskin, bantuan ibnu sabil, dan mustahiq.

Buka Puasa Akbar Pemkot Gandeng Parepos

Buka Puasa Akbar yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare dan Harian PARE POS berlangsung semarak di Masjid Agung Jalan Ahmad Yani, kemarin. Buka Puasa dengan peserta terbanyak ini  sedianya dilaksanakan di atas jembatan ikonik Tonrangeng River Side. Namun  kondisi cuaca tak bersahabat, karena hujan seharian. Maka pelaksanaanya diputuskan di Masjid Agung.  Meski begitu, Buka Puasa Akbar bertajuk Peduli Berbagi Berkah Ramadan ini, ikon baru Parepare. Terlihat antusias ribuan warga Parepare yang didominasi oleh warga kurang mampu atau kaum duafa. Karena itu, tema lain kegiatan ini adalah Peduli Kaum Duafa, Wali Kota Menyapa Kaum Duafa. Ya, karena tidak hanya buka puasa, tapi juga diisi dengan beragam kegiatan seperti bagi-bagi hadiah kejutan (doorprize), ceramah agama, lantunan musik religi hingga salat tarawih berjamaah dengan banyak peserta. Mereka buka puasa bersama dengan Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe, Sekda Parepare Drs Mustafa Mappangara, Direktur PARE POS HM Harun Hamu, dan para pejabat lainnya. Berbaur bersama, tanpa sekat. Setelah seluruh warga berkumpul di lokasi, kemudian dilanjutkan dengan ceramah pengantar buka puasa oleh dai muda asal STAIN Parepare Dr HM Iqbal Hasanuddin MAg. Lalu wali kota menyampaikan pesan-pesan religius sekaligus memaparkan program dan capaian pembangunan Parepare. Setelah itu, buka puasa bersama, dan dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah. Imam salat adalah Zulfajar SKom. 

Usai salat Magrib, banjir hadiah kejutan sudah menunggu para peserta Buka Puasa Akbar. Hadiah utama adalah satu unit kulkas, serta puluhan hadiah menarik lainnya. Usai bagi-bagi hadiah, dilanjutkan dengan salat Isya berjamaah. Lalu ceramah agama oleh ustazah kondang Ajatappareng Hj Siti Romlah Asmi SAg MA. Wali Kota Parepare, DR HM Taufan Pawe mengatakan, 

warga yang hadir  senantiasa berupaya untuk meningkatkan eksitensi ramadan.  Menurutnya, buka puasa akbar melibatkan kaum duafa dan masyarakat Kota Parepare ini bertujuan untuk memperat tali silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakatnya. "Untuk segenap panitia yang telah berupaya, khususnya dari PARE POS dari BUMD dan BUMP serta  semua pihak yang partispasi, saya ucapkan banyak terima kasih," ujar Taufan Pawe. Wali kota menambahkan, Kota Parepare yang dicinta ini dikenal sebagai kota ulama dan kota santri dapat dijaga dengan baik. "Ini sebagai bukti dan komutmen kita semua yang dikenal sebagai kota ulama dan kota santri," katanya.  Wali kota juga menginginkan agar Buka Puasa Akbar ini punya nilai madrasah atau pendidikan. Karena itu, pelibatan komunitas Majelis Anak Saleh, Forum Kajian Cinta Alquran, dan komunitas-komunitas religius lainnya. "Jadi hadirkan semua elemen, tampil beda dengan nuansa religius. Buka puasa, dapat doorprize, dan penceramah dai kondang," imbuh wali kota.

Inspektorat Parepare hadirkan Layanan klinik Konsultasi Pengawasan


Inspektorat Parepare hadirkan Layanan klinik Konsultasi Pengawasan

Inspektorat Kota Parepare, Satu lagi inovasi pelayanan yang dihadirkan Inspektorat Pemerintah Kota Parepare dalam memberikan jaminan penyelenggaraan urusan pemerintah agar berjalan secara efektif dan efisien, membuat layanan klinik Konsultasi pengawasan.

Klinik konsultasi pengawasan tersebut dihadirkan Inspektorat Daerah Kota Parepare untuk mengupayakan pencegahan terjadinya penyimpangan dalam perencanaan pekerjaan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Muh.Husni Syam saat di temui terkait inovasi yang dilakukan menjelaskan, layanan klinik kosultasi yang disediakan diharapkan dapat memberikan dorongan pada pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas tata kelola yang bebas dari penyimpangan dan resiko yang bisa muncul kapan saja.
Husni menambahkan hal ini dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada sumberdaya daerah dalam meningkatkan kinerja dan peran aparat pengawasan di Kota Parepare.

“Klinik ini diperuntukkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Parepare ini tidak dikenakan biaya pengurusan alias gratis dan proses penyelesaian pelayanan paling lama tiga hari kerja,” Jelas Husni.
Husni juga menjelaskan, layanan klinik konsultasi dibuka pada hari selasa sampai jumat pukul 14.00 sampai dengan 16.00 Wita.

Sebelum datang untuk melakukan konsultasi Husni mengharapkan kepada seluruh OPD untuk melengkapi Persyaratan Administrasi yang diantaranya permohonan layanan diajukan oleh perorangan atau atas nama instansi/lembaga/organisasi ditujukan kepada Inspektur Kota Parepare, serta melampirkan Surat resmi dari instansi/lembaga/organisasi, dan bagi perorangan menyetorkan kartu identitas diri; dilengkapi dengan Pernyataan lisan dan/atau tertulis atas permasalahan yang dihadapi; dan Dokumen pendukung lainnya yang dianggap penting.

Ditambahkan Husni layanan konsultasi ini melingkupi Pengadaan Barang dan Jasa, Pengelolaan Keuangan Daerah, Pengelolaan Barang Daerah serta Kepegawaian.

Walikota Parepare Membuka Pelatihan SPSE

Hasil gambar untuk pelatihan spse pemerintah kota parepare


Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Parepare, menggelar pelatihan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), di Hotel Pare Wisata, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Rabu (26/04/2017).
Kegiatan dihadiri Wali Kota Parepare H.M. Taufan Pawe, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare Andi Firdaus Djollong, serta sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare.
Wali Kota Parepare mengatakan, SPSE merupakan aplikasi e-procurement yang dikembagkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), untuk diterapkan oleh instansi-instansi pemerintah di seluruh Indonesia.
Wali Kota Parepare menjelaskan, kondisi anggaran pada setiap daerah di Indonesia sangat beragam. Sehingga, kata dia, hal tersebut menjadi pertimbangan dalam mengembangkan sistem e-porcurement SPSE.
“SPSE dikembangkan dengan semangat free license. Instansi dengan anggaran yang terbatas, tetap dapat menerapkan SPSE karena tidak diperlukan biaya izin, kecuali pembelian server dan sewa akses internet,” katanya.
Wali Kota Parepare mengemukakan, dalam mengembangkan SPSE, LKPP melibatkan instansi-instansi terkait yaitu, Lembaga Sandi Negara (LSN), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Di mana, lanjut Taufan, LSN mengembangkan Aplikasi Pengaman Dokumen (Apendo).
“Dokumen penawaran dari peserta lelang dienkripsi dan didekripsi menggunakan Apendo. Sementara, sub sistem e-audit dikembangkan dengan bekerjasama dengan BPKP, yang memungkinkan SPSE mengeluarkan informasi detail tentang proses lelang untuk keperluan audit,” jelasnya.
Menurut Wali Kota Parepare, dengan menyimak perkembangan dalam pengelolaan keuangan daerah dan pengelolaan barang dan jasa daerah, dibutuhkan tenaga manajemen yang mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang informatika teknologi yang handal, khususnya dalam bidang pengelolaan keuangan daerah dan pengelolaan barang dan jasa daerah.
“Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk menjawab tantangan dalam pengadaaan barang dan jasa secara elektronik.”
 
Support : Creating Website | Amy Bhogel | inspektoratpare.blogspot.com
Copyright © 2014. Inspektorat Kota Parepare - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Amy Bhogel
Proudly powered by Salam Blogger